ZOOLOGI
Pengetahuan tentang hewan penting
pula diketahui bagi para penggiat alam bebas. Dimana hewan dapat dimanfaatkan
dalam usaha untuk menambah bahan makanan dan dapat dijadikan penanda ke sumber
air. Oleh karena itu maka perlu juga diketahui mengenai perihal hewan-hewan dan
kehidupan mereka. Cabang biologi yang mempelajari tentang hewan disebut
Zoologi. Namun dalam materi ini hanya membahas mengenai peranan hewan bagi
penggiat alam bebas
Hewan dapat dikomsumsi sebagai
makanan, namun sebelumnya diperhatikan dahulu bahwa :
- Pada umumnya hewan bersifat mobil.
- Ukuran tubuh hewan sangat bervariasi
- Hewan mempunyai pola pewaktuan aktivitasnya, dapat aktif di siang hari atau aktif di malam hari.
- Pada umumnya hewan bersifat mobil.
- Ukuran tubuh hewan sangat bervariasi
- Hewan mempunyai pola pewaktuan aktivitasnya, dapat aktif di siang hari atau aktif di malam hari.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
tentang kehadiran suatu jenis hewan :
- Distribusi lokal dan regoinal serta kelimpahan populasi.
- Pengaturan fisiologis, respon, adaptasi struktural dan perilaku perubahan terhadap perubahan
- Perilaku dan aktivitas hewan dalam habitatnya.
- Perubahan-perubahan secara berkala (harian, musiman, dll) dari kehadiran aktivitas atau kelimpahan populasi hewan.
- Dinamika populasi dan komonitas serta pola interaksi-interaksi hewan dalam populasi dan komunitas.
- Distribusi lokal dan regoinal serta kelimpahan populasi.
- Pengaturan fisiologis, respon, adaptasi struktural dan perilaku perubahan terhadap perubahan
- Perilaku dan aktivitas hewan dalam habitatnya.
- Perubahan-perubahan secara berkala (harian, musiman, dll) dari kehadiran aktivitas atau kelimpahan populasi hewan.
- Dinamika populasi dan komonitas serta pola interaksi-interaksi hewan dalam populasi dan komunitas.
Peran hewan
Sebagai sumber makanan
Hal yang perlu diperhatikan :
- Jenis hewan tersebut
- Tempat hidup atau habitatnya
- Ukuran tubuhnya
- Makanannya
- Pola tingkah laku hewan tersebut.
- Jenis hewan tersebut
- Tempat hidup atau habitatnya
- Ukuran tubuhnya
- Makanannya
- Pola tingkah laku hewan tersebut.
Hewan yang dapat dimakan antara lain
:
- Mollusca (kerang-kerangan)
- Annelida (cacing)
- Insecta (serangga)
- Crustacea (udang-udangan)
- Pisces (ikan)
- Amfibia (katak)
- Reptilia (hewan melata)
- Mamalia (hewan menyusui)
- Aves (bangsa murung)
- Mollusca (kerang-kerangan)
- Annelida (cacing)
- Insecta (serangga)
- Crustacea (udang-udangan)
- Pisces (ikan)
- Amfibia (katak)
- Reptilia (hewan melata)
- Mamalia (hewan menyusui)
- Aves (bangsa murung)
Penanda ke sumber air
- Hewan bertulang belakang (Vertebrata), jejaknya yang menuruni lembah biasanya menuju ke sumber air.
- Burung, jika terbang rendah secara langsung biasanya menuju ke sumber air dan jika terbangnya singgah-singgah biasanya berasal dari sumber air.
- Serangga, biasanya hidup tidak jauh dari sumber air.
- Hewan bertulang belakang (Vertebrata), jejaknya yang menuruni lembah biasanya menuju ke sumber air.
- Burung, jika terbang rendah secara langsung biasanya menuju ke sumber air dan jika terbangnya singgah-singgah biasanya berasal dari sumber air.
- Serangga, biasanya hidup tidak jauh dari sumber air.
HEWAN YANG BERBAHAYA DAN BERBISA
Hewan dapat pula menimbulkan bahaya
bagi manusia. Hal ini dapat disebabkan jika ia merasa terganggu dan dengan alat
pembela dirinya maka hewan tersebut menyerang. Adapun jenis hewan yang
berbahaya dan berbisa yang bisa kita jumpai di alam terbuka adalah sebagai
berikut :
- Nyamuk Malaria (Anopheles sp.)
- Agas
- Semut Api
- Tawon atau lebah (Apis sp.)
- Kelabang (Centripoda)
- Kalajengking (Heterometrus cyaneus)
- Pacet (Haemadipsa zeylanica) dan Lintah (Hirudineae sp.)
- Harimau (Panthera tigris) dan Macan Kumbang (Panthera pardus)
- Buaya (Crocodilla pororsus)
- Ular (Ophidia)
- Agas
- Semut Api
- Tawon atau lebah (Apis sp.)
- Kelabang (Centripoda)
- Kalajengking (Heterometrus cyaneus)
- Pacet (Haemadipsa zeylanica) dan Lintah (Hirudineae sp.)
- Harimau (Panthera tigris) dan Macan Kumbang (Panthera pardus)
- Buaya (Crocodilla pororsus)
- Ular (Ophidia)
Beberapa petunjuk untuk
mengidentifikasi ular berbisa :
- Tidak semua ular berbisa kepalanya segitiga, tetapi ular yang kepalanya segitiga adalah berbisa.
- Pada punggungnya berlunas sehingga membentuk garis punggung mulai dari belakang sampai ekor.
- Mempunyai kelenjar gigi bisa pada bagian kepala.
- Jika menggigit, meninggalkan bekas gigitan berupa dua buah lubang (gigi bisa).
- Tidak semua ular berbisa kepalanya segitiga, tetapi ular yang kepalanya segitiga adalah berbisa.
- Pada punggungnya berlunas sehingga membentuk garis punggung mulai dari belakang sampai ekor.
- Mempunyai kelenjar gigi bisa pada bagian kepala.
- Jika menggigit, meninggalkan bekas gigitan berupa dua buah lubang (gigi bisa).
Invertebrata adalah
hewan yang tidak memiliki tulang belakang (vertebrae) dan tidak pernah memiliki
tali punggung (chorda dorsalis) selama pertumbuhannya dari zigot hingga menjadi
dewasa. Invertebrate terdiri atas kira – kira 19 filum, mulai dari protozoa
sampai chordate tingkat rendah.
PROTOZOA
1.
Pengertian
Protozoa
Kata protozoa berasal
dari bahasa yunani protos (pertama) dan zoon (hewan). Protozoa adalah hewan
yang pertama. Dalam system klasifikasi Robert H. Whittaker, protozoa termasuk
dalam kingdom protista, yaitu organism eukariotik bersel satu.
2.
Ciri
– ciri Protozoa
-
Sifat
hidupnya kosmopolit, artinya dapat hidup pada tempat-tempat atau habitat
manapun.
-
Pada
umumnya hidup bebas pada tempat yang lembab dan berair (akuatik). Yaitu di air
tawar, air laut, dalam tanah, hutan, sawah, serta sebagai parasit dalam tubuh
organism lain.
-
Pada
umumnya hidup soliter (menyendiri atau berpasang-pasangan), tetapi ada juga
yang hidup sebagai koloni. Sebagian prorozoa yang hidup soliter atau berkoloni
dapat bergerak bebas atau hidup menempel (sessi).
-
Protozoa
merupakan bagian plankton di air tawar atau air laut dan berperan penting
sebagai indicator polusi.
-
Sejumlah
protozoa dapat menimbulkan penyakit. Dalam jumlah yang besar (blooming),
protozoa dapat menimbulkan racun bagi ikan-ikan di laut.
-
Ada
yang bersifat heterotrof (misalnya amoeba dan Paramecium) serta ada juga yang
autuotrof mis. Euglena
-
Dalam
kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, protozoa dapat membentuk kista
agar dapat bertahan hidup lebih lama.
-
Jika
kondisi di sekitarnya membaik, maka kista akan pecah dan protozoa kembali hidup
secara aktif.
3.
Bentuk
Protozoa
Bentuk protozoa
sangat beraneka ragam. Ada yang lonjong, bulat, dan memanjang. Ada juga yang
memiliki bentuk berubh-ubah, misalnya amoeba. Pada spesies tertentu dari
protozoa mempunyai berbagai bentuk morfologi pada tingkat yang berbeda dalam
daur hidupnya, misalnya plasmodium.
4.
Struktur
Tubuh Protozoa
Protoplasmanya dapat
dibedakan atas ektoplasma (bagian luar) dan endoplasma (bagian dalam).
Ektoplasma dapat menghsilkan dinding sel berupa selaput sel (pedicula) atau
cangkang yang keras (test). Didalam endoplasma terdapat vakuola makanan
(vakuola noncontractil), yaitu rongga berisi cairan yang mengeliling makanan
dan vakuola kontraktil (vakuola berdenyut).
Pada umumnya protozoa
memiliki satu inti sejati (eukarion), kecuali paramecium yang mempunyai dua
inti sel (makronukleus dan mikronukleus). Protozoa merupakan hewan monoseluler
atau unieluler (ber sel satu) , tetapi ada juga yang bekoloni. Susunan selnya
memiliki persamaan dengan tumbuhan atau sel hewan tingkat tinggi, tetapi bentuk
tubuhnya relative sederhana. Ukuran tubuhnya antara 3-1.000 mikron. Beberapa
jenis tertentu mempunyai semacam rangka, misalnya pada foraminifera dan
radiolaria. Ada yang mempunyai kloroplas atau berimsimbiosis dengan ganggang.
5.
System
Pencernaan Protozoa
Cara makan protozoa
ynag mamiliki mulut, yaitu dengan memasukkan makanannya melalui mulut kemudian
menuju kerongkongan melalui sitofaring dan berakhir pada vakuola makanan.
Sebaliknya, bagi Protozoa yang tidak memiliki mulut, yaitu dengan menelan
secara utuh mangsanya melalui permukaan selnya. Sisa-sisa makanan akan dibuang
melalui lubang pada ektoplasma.
Protozoa yang
bersifat parasit akan menyerap makanan (berupa cairan tubuh inangnya) melalui
seluruh permukaan tubuhnya. Protozoa yang memakan organisme lain yang lebih
kecil seperti bakteri, alga, atau protozoa lain disebut holozoik. Jika
makanannya dihasilkan sendiri melalui fotosintesis seperti pada tumbuhan hijau,
maka protozoa tersebut bersifat halopitik. Sedangkan protozoa yang makanannya
berupa bahan-bahan organic dan sisa-sisa tumbuhan disebut saprofitik.
6.
Respirasi
Protozoa
Respirasi
(pernapasan) pada protozoa dilakukan oleh seluruh permukaan tubuhnya.
7.
System
Ekskresi Protozoa
Alat ekskresi
protozoa berupa vakuola berdenyut (vakuola kontraktil). Vakuola kontraktil
berfungsi mengeluarkan ampas metabolism dan mengatur tekanan (osmoregulator).
8.
Perkembangbiakkan
Protozoa
Perkembangbiakkan
pada protozoa berlangsung secara seksual (generative) dan aseksual (vegetatif).
Perkembangbiakan seksual biasanya dalam bentuk singami, yaitu persatuan dua
gamet yang sama atau yang berbeda ukurannya dan konjugasi, yaitu pertukaran
inti (mikronukleus setelah terjadi pembelahan) sehingga terjadi reorganisasi
pada kedua individu yang bertukar inti.
Perkembangbiakkan
aseksualnya dilakukan dengan membelah diri secara memanjang atau melintang. Ada
juga yang berkembang biak secara schizogoni, yaitu beberapa sel anak dibentuk
dari sebuah sel induk. Pembelahan dimulai dari nucleus, kemudian diikuti oleh
selnya. Sel-sel baru hasil pembelahan ada yang hidup bebas sendiri, tetapi ada
juga yang membentuk koloni.
9.
System
Gerak Protozoa
Protozoa ada yang
dapat bergerak secara aktif dengan alat geraknya, tetapi ada juga yang tidak
memiliki alat gerak. Alat gerak pada protozoa yaitu kaki semu, rambut getar,
dan bulu cambuk.
10.
Klasifikasi
Protozoa
Filum protozoa dibagi menjadi 4 kelas
sebagai berikut.
a. Kelas
Rhizopoda
Ordo : lobosa, Filosa, Foraminifera,
Helioza, Radiolara
b. Kelas
Flagellata
- Subkelas
Phytomastigina
Ordo : Chrysomonadina, Chryptomonadina,
Phytomonadina, Euglenoidina, Chloromonadina, Dinoflagellata
- Subkelas
Zoomastigina
Ordo : Protomonadina, Polimastigina,
Hypermastigina, Pantostomatida
c. Kelas
Ciliata
Ordo : Holotricha, Spirotricha,
Peritricha, Chonotrica, Suctoria
d. Kelas
Sporozoa
11.
Protozoa
yang menguntungkan dan merugikan
Ada dua jenis
protozoa yang menguntungkan dan merugikan, tetapi dalam kondisi tertentu dapat
merugikan manusia, yaitu Entamoeba coli. Entamoeba coli hidup dalam usus
manusia dan ternak yang berfungsi membantu proses makanan serta dapat membentuk
vitamin K, tetapi kadang-kadang dapat menyebabkan penyakit diare jika kondisi
tubuh lemah.
PORIFERA
1.
Pengertian
Porifera
Kata Porifera berasal
dari bahasa latin porus (lubang) dan fere (mengandung). Oleh sebab itu,
porifera disebut hewan berpori. Porifera juga disebut binatang spons atau
berongga (spongocoel atau spongosul).
2.
Ciri-ciri
Porifera
Perifera hidup di air
laut dan di air tawar. Bentuk tubuhnya seperti tabung atau jambangan bunga dan
bersifat simetri radial. Artinya, bentuk tubuh yang jika dibelah melalui
pusatnya dari arah manapun, tubuh akan terbagi menjadi dua bagian yang sama
ukuran dan bentuknya.
struktur tubuhnya
tersusun atas dua lapisan, yaitu : Lapisan luar (epidermis), terdiri atas
sel-sel epithelium berbentuk pipih; serta lapisan dalam (endodermis), terdiri
atas sel leher atau koanosit
hewan ini mempunyai
pori (ostium) yang berbentuk tabung. Pada spongocoel terdapat sel leher atau
sel koanosit yang berfungsi untuk pencernaan. Air masuk ke
sponocoel melalui lubang atau pori dan keluar melalui oskulum.
Berdasarkan bentuk
tubuhnya, saluran air dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut : tipe
sycon, type leucon, dan tipe ascon. Rangka dalam porifera menyerupai duri yang
disebut spikula. Berdasarkan bahan pembentuknya, spikula dapatdibedakan menjai
tiga yaitu : spikula dari bahan kapur, bahan silikat, dan spikula dari bahan
spons. Dinding ususnya terdiri atas ectoderm, mesoderm, endoderm. Kerangka
porifera merupakan kerangka luar (eksoskelton).
3.
Perkembangbiakan
Porifera
Perkembangbiakan
vegetative berlangsung dengan dua cara yaitu pembentukan tunas dan gammulae
(butir benih). Gammulae tersusun atas sejumlah sel mesenkim yang berkelompok
dan berbentuk seperti bola yang dilapisi kitin serta diperkuat spikula.
Gammulae dibentuk jika keadaan lingkungan kurang menguntungkan. Jika keadaan
lingkungan telah membaik kembali, gammulae akan tumbuh menjadi porifera baru.
Gammulae hanya terbentuk pada porifera yang hidup di air tawar.
Perkembangbiakan
generative berlangsung secara anisogomi, yaitu dengan peleburan gamet jantan
(mikrogamet) dengan gamet betina (makrogamet) kemudian menghasilkan zigot,
zigot berkembang menjadi larva bersilia, lalu meninggalkan induknya menempel
pada suatu tempat hingga dewasa. Porrifera ada yang berkelamin satu dan ada
pula yang hermaprodit.
4.
System
Pencernaan Porifera
a. Makanan
porifera beruoa zat-zat organic dan organism kecil lainnya (plankton)
b. Porifera
tidak mempunyai alat pencernaan khusus
c. System
pencernaan makanan pada porifera bersifat interseluler.
5.
System
Pernapasan Porifera
System pernapasan
pada porifera dilakukan oleh sel-sel koanosit pada seluruh permukaan tubuhnya.
Oksigen diserap secara absorbsi langsung dari air dan karbondioksida
dikeluarkan melalui sel-sel koanosit pada seluruh permukaan tubuhnya.
6.
Klasifikasi
Porifera
Berdasarkan spikula
yang dimilikinya, filum porifera dibagi menjadi 3 kelas yaitu : Calcarea,
Hexatinellida, dan Demospongia.
7.
Peranan
Porifera bagi kehidupan Manusia
Secara ekonomis,
porifera tidak banyak menguntungkan manusia. Namun, diantara beberapa porifera
yang menguntungkan, yaitu yang berspikula dari bahan spons dapat dimanfaatkan
sabagai pembersih badan (spons mandi)
COELENTERATA
1.
Pengertian
Coelenterata
Kata Coelenterata
berasal dari bahasa latin coelos (rongga) dan enteron (usus). Oleh sebab itu,
coelenterate disebut hewan yang berongga karena mempunyai rongga besar
ditengah-tengah tubuhnya. Coelenterate juga disebut Cnidaria karena pada
kenyataannya hewan-hewan coelenterate mempunyai sel-sel penyengat pada
epidermisnya. Coelenterate juga disebut karang laut.
2.
Struktur
Tubuh Coelenterata
- Bentuk
tubuhnya seperti tabung dan bersifat simetris radial
- Coelenterate
mempunyai rongga besar di tengah-tengah tubuhnya yang berfungsi sebagai usus
seperti halnya hewan berderajat tinggi.
- Rongga
gastrovaskuler pada coelenterate hanya memiliki satu lubang keluar sehingga
berfungsi sebagai mulut, sekaligus sebagai anus.
- Coelentarata
banyak menghiasi dasar lautan yang dalam maupun yang dangkal karena dapat
membentuk taman laut yang indah
- Ectoderm
mempunyai sel yang disebut knidoblast. Knidoblast berisi racun yang berduri
yang disebut nematokist dan racun yang dihasilkannya adalah hipnotoxin.
3.
Bentuk
– bentuk Coelenterata
Bentuk Coelenterata
ada 2 yaitu : bentuk medusa yaitu Coelenterata yang hidup bebas dan berkembang
biak secara generative . dan bentuk polip yaitu Coelenterata yang hidup
menempel pada dasar dan tidak dapat berpindah tempat serta berkembang biak
secara vegetative. Meskipun bentuk polip dan medusa berbeda, keduanya memiliki
susunan tubuh yang sama.
4.
Sistem
Pencernaan Coelenterata
Mulut coelenterate
dikelilingi oleh lengan-lengan halus (tentakel) berbentuk gelembung
(hipnotoxin) yang berasal dari tonjolan dinding tubuhnya dn kait-kait dari
benang. Coelenterate memiliki system pencernaan ekstraseluler dan system
pencernaan intraseluler yang berlangsung di dalam sel gastrodermis (lapisan
endoderm). Jika mangsa tertangkap tentakel menarik makanan kea rah mulut dan
mendorongnya kedalam rongga tubuh. Makanan yang dicerna oleh enzim akan beredar
ke seluruh rongga tubuh. Selanjutnya, makanan diserap oleh endoderm. System
pencernaan ini disebit gastrpvaskuler.
5.
System
Pernapasan Coelenterata
Coelenterate tidak
memiliki alat respirasi (pernapasan) khusus. Pertukaran O2 dan CO2 dilakukan
secara difusi.
6.
System
Ekskresi Coelenterata
Coelenterate juga
tidak memiliki organ khusus untuk ekskresi. Sisa metabolism berupa ammonia
langsung dibuang melalui permukaan tubuhnya secara difusi kelingkungan air,
tempat hidupnya.
7.
System
Saraf Coelenterata
System saraf pada
coelenterate berupa susunan saraf difus yan terdiri atas sel-sel reseptor
dengan serabut-serabut sarafnya yang terletak di dalam mesoglea.
8.
Perkembangbiakan
Coelenterata
Perkembangbiakan
vegetative dan generative pada coelenterrata berlangsung secara bergantian
(metagenesis)
a. Secara
vegetative, yaitu dengan membentuk tunas (kuncup) dan polip
b. Secara
generative, yaitu dengan menghasilkan gamet betina (ovum) dan gamet jantan
(spermatozoid) yang dihasilkan coelenterate berbentuk medusa.
9.
System
Gerak Coelenterata
Coelenterate yang
berbentuk polip bergerak dengan menggunakan telapak tubuhnya. Coelenterate yang
berbentuk medusa bergerak dengan menggunakan tetakelnya.
10.
Klasifikasi
Coelenterata
Filum Coelenterata
dibagai menjadi empat kelas yaitu : hydrozoa, scyphozoa, anthozoa, ctenophore.
11.
Peranan
Coelenterata Bagi Kehidupan
Coelenterata yang
menguntungkan bagi kehidupan adalah lingkungan terumbu karang berfungsi sebagai
pelindung pantai, pelindung ikan, tempat mencari makanan, dan bertelurnya
berbagai jenis biota laut.sedangkan yang merugikan adalah ubur-ubur dapat
menyebabkan gatal-gatal pada kulit kita, jika disentuh karena memiliki sel-sel
knidoblast dan nematokist.